Aku belajar. Belajar untuk merelakan yang bukan menjadi hakku. Egois dan keras kepala. Dua pilihan yang sulit buatku hilangkan. Tapi aku tetap mau belajar untuk menghilangkan semuanya.
Egois. Keras kepala. Pemikiran negatif. Keras hati. Semua ancaman yang tidak begitu mudah.
Apa aku egois? Iya. Apa aku keras kepala? Iya. Semua itu benar. Satu hal aku susah untuk meyakinkan perkataan orang lain. Aku kasian. Kasian itu aku.
Perjalananku masih bisa dibilang terlampau terlalu jauh. Dan apa aku harus terus membawa keegoisan untukku sendiri?
Dan keegoanku bukan berdampak buatku semata. Orang lain? Ya. Bahkan orang-orang terdekatku.
Aku belajar. Menipiskan ego&kepala batuku. Bagaimana aku bisa bersikukuh terhadap pendirianku yang sangat rendah itu. Bagaimana aku harus terus-terusan suram. Dan bagaimana aku bisa mudah merelakan sesuatu.
Hati. Hati yang tidak sinkron dengan pemikiranku. Aku benci hal ini. Aku benci terlampau jauh karena hati. Apa aku akan terus menyalahkan kesalahanku sendiri.
Aku dalam tahap belajar. Dimana keegoisan, keras kepala, dan kelemahan pemikiranku akan menipis.
Aku. Aku sangat buruk bagi diriku dan semua orang terdekatku. Kepercayaan yang mereka punya mungkin sudah hilang karena sifatku. Maaf, aku terlalu bodoh. Tapi saat ketika semua ini hilang. Aku akan baik baik menjaga kepercayaan yang sudah kalian kasih ke aku. Aku belajar. Proses. Proses untuk menghapus semua sifat latar belakangku. Beri aku sedikit peluang. Peluang waktu menjadi apa yang aku mau.

No comments:
Post a Comment